Penentuan Kebutuhan Fatty Alcohol untuk Mengonversi Fatty Acid pada Section 110: 110R01, 110R02, 110R03 dan 110R04 di PT. XYZ
DOI:
https://doi.org/10.68115/reprokimia.v4i2.237Kata Kunci:
Asam lemak, alkohol lemak, ester lemak, bilangan asamAbstrak
PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak sebagai produsen oleokimia yang memproduksi alcohol lemak. Di PT XYZ menggunakan bahan baku minyak inti kelapa sawit (CPKO) pada proses pemisahan menjadi asam lemak. Tahap selanjutnya adalah asam lemak didistilasi dan difraksinasi, lalu direaksikan dengan alkohol lemak untuk menghasilkan ester lemak. Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dan alkohol lemak untuk membentuk ester lemak. Dalam proses pembuatan alcohol lemak di PT XYZ dimulai pada bagian 110 (persiapan ester lemak), asam lemak harus direaksikan dengan alcohol lemak berlebih dengan menggunakan empat buah reaktor sehingga membentuk reaksi esterifikasi menghasilkan ester lemak, di mana temperatur setiap masing-masing reaktor sebesar 250oC dan tekanan sebesar 4 bar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah kebutuhan alkohol lemak yang dibutuhkan untuk mengonversi asam lemak menjadi ester lemak melalui reaksi esterifikasi. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan reaksi tersebut yaitu suhu, tekanan, waktu tinggal dan jumlah reaktan. Reaktan berupa asam lemak sebagai dasar perhitungan dan faktor keberhasilan dari konversi reaksi dalam menentukan jumlah alcohol lemak maka diperlukan analisa dengan metode stokiometri. Berdasarkan hasil analisa tersebut, diperoleh jumlah alkohol lemak yang dibutuhkan untuk mengonversi asam lemak sebesar 21696,4379 kg/jam dengan konversi reaksi sebesar 99,2169% dan alcohol lemak berlebih sebesar 27,8316%.Referensi
Kreutzer, U.R., (1984). Manufacture of Fatty Alcohols Based on Natural Fats and Oils. Journal of the American Oil Chemists' Society. 61(2): 343-384
Muis, A. (2018). Pembuatan Oleokimia dari Virgin Coconut Oil (VCO) melalui Proses Fraksinasi dan Esterifikasi. Jurnal Penelitian Teknologi Industri. 10(2): 75-86.
Mustafa, A. (2016). Analisis Proses Pembuatan Pati Ubi Kayu (Tapioka) Berbasis Neraca Massa. Agrointek. 9(2): 127-133
Reaklitis, G., V. (1983). Introduction to Material and Energi Ballances. John Wiley & Sons, Inc, Canada
Syafrinal dan Muhammad Luthfian Chandra. (2020). Penentuan Acid Value Dan Saponification Value Wax Ester Pada Section 110 Di PT X. Journal of Research on Applied Chemistry and Engineering. 1(1): 19-21
Wibowo, A., D., G. (2021). Karakterisasi Surfaktan Polymeric Methyl Ester Sulfonate Berbasis Minyak Sawit dengan Etil Akrilat untuk Pengambilan Minyak Tahap Lanjut. Laporan Penelitian. Tanggerang Selatan: Institut Teknologi Indonesia
Zahara, F. (2023). Perhitungan Kebutuhan Fatty Alcohol untuk Menghasilkan Wax Ester pada Section 110 di Alcohol Plant PT. Domas Agrointi Prima. Karya Akhir. Medan: Politeknik Teknologi Kimia Industri
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia (REPROKIMIA)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.








