http://akses.ptki.ac.id/jurnal/index.php/reprokimia/issue/feedJurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia (REPROKIMIA)2026-04-13T04:54:54+07:00Dr. Dimas Frananta Sreprokimia@ptki.ac.idOpen Journal Systems<p style="font-weight: 400;"><strong>REPROKIMIA</strong> adalah media publikasi hasil penelitian yang diterbitkan oleh Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan, Kementerian Perindustrian dengan bidang keilmuan yaitu rekayasa teknologi proses atau teknik kimia dan kimia sains. REPROKIMIA memuat hasil penelitian seperti pengembangan dan rekayasa teknologi proses dan kimia sains Fokus dan Lingkup adalah berkaitan dengan hasil penelitian meliputi : Teknik Reaksi Kimia Pengolahan Limbah Proses Pemisahan Teknologi Pangan Material Nanopartikel Bioteknologi REPROKIMIA PTKI MEDAN diterbitkan oleh Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada Bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>. Artikel yang dimuat di REPROKIMIA PTKI MEDAN berupa naskah original yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Naskah ilmiah berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang Teknik Kimia dan Kimia Sains.</p>http://akses.ptki.ac.id/jurnal/index.php/reprokimia/article/view/285Penentuan Jumlah Kehilangan Minyak pada Unit Decanter di Staisun Klarifikasi PTPN IV PKS ABC Sumatera Utara2026-02-16T21:13:07+07:00Muzdallifahdifratas@ptki.ac.idRatna Kristina Tarigandsimatup@gmail.comDimas Frananta Simatupangdifratas@ptki.ac.idMerta Simbolonmertasimbolon@gmail.com<p><em>Decanter merupakan alat yang berfungsi untuk mengutip kembali minyak yang masih terkandung di dalam sludge dengan menggunakan prinsip sentrifugasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui massa bahan masuk dan massa bahan keluar dengan perhitungan neraca massa serta mengetahui jumlah kehilangan minyak. Pada perhitungan neraca massa diperoleh bahan masuk pada decanter adalah sludge sebanyak 15,68 m<sup>3</sup>/jam. Adapun keluaran decanter adalah light phase (fase minyak) sebanyak 1,7501 m<sup>3</sup>/jam, heavy phase (fase air) sebanyak 10,2349 m<sup>3</sup>/jam dan solid phase (fase padatan) sebanyak 3,69493 m<sup>3</sup>/jam. Persentase kehilangan minyak yang terjadi pada alat decanter di PTPN IV PKS ABC Sumatera Utara sebesar 0,76 % pada heavy phase dengan laju volume 0,0542 m<sup>3</sup>/jam dan 3,35% pada solid phase dengan laju volume 0,1256 m<sup>3</sup>/jam. Kehilangan minyak pada heavy phase telah melebihi standar yaitu 0,6% dan pada solid phase memenuhi standar yaitu di bawah 3,5%.</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia (REPROKIMIA)http://akses.ptki.ac.id/jurnal/index.php/reprokimia/article/view/293Pengaruh Variasi Rasio Molar Reaktan Terhadap Karakteristik Fisik Biodiesel dari Minyak Jelantah 2026-02-23T22:19:26+07:00Annisa Tri Wulandariannisatriwulandari.764@gmail.comShabrina Adani Putrishabrina.adani.putri@polinema.ac.idDyah Ratna Wulan ratnawln@polinema.ac.id<p><em>Produksi biodiesel dari minyak jelantah menjadi solusi potensial untuk mengatasi permasalahan energi dan limbah domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio molar metanol:minyak jelantah terhadap kualitas biodiesel yang dihasilkan melalui proses transesterifikasi menggunakan katalis basa homogen NaOH. Penelitian dilakukan pada rasio molar metanol:minyak jelantah 4:1, 5:1, dan 6:1 dengan parameter tetap seperti suhu (60 °C), waktu reaksi (90 menit), dan konsentrasi katalis (1% b/b dari massa minyak). Biodiesel yang diperoleh diuji karakteristiknya meliputi kadar asam lemak bebas (FFA), bilangan asam, viskositas, dan densitas. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan rasio molar metanol:minyak jelantah hingga 6:1 menurunkan kadar FFA hingga 0,30% dan menghasilkan viskositas serta bilangan asam yang mendekati standar SNI 7182:2015. Rasio molar metanol:minyak jelantah 6:1 menghasilkan kualitas terbaik di antara semua variasi. Hasil ini memberikan dasar pemilihan kondisi optimum produksi biodiesel skala kecil secara efisien dan sederhana.</em></p>2026-06-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia (REPROKIMIA)http://akses.ptki.ac.id/jurnal/index.php/reprokimia/article/view/296Perhitungan Neraca Energi Pengeringan Crude Palm Oil (CPO) Di Vacuum Dryer Pada Proses Pemurnian Minyak Di Pt. XYZ 2026-03-20T10:12:54+07:00Dondadondast@gmail.comRatna Kristina Tarigan RatnaTarigan@gmail.comYosua Francisco YosuaFrancisco@mail.comRoni Octavianus Limbong RoniLimbong@gmail.com<p><em>Pengeringan merupakan tahap penting dalam proses pemurnian minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk mencapai kualitas sesuai standar mutu. Salah satu metode yang digunakan adalah pengeringan dengan vacuum dryer yang berfungsi untuk menurunkan kadar air CPO menjadi kurang dari 0,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung neraca energi pada proses pengeringan CPO menggunakan vacuum dryer di PT. XYZ. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, pengambilan sampel clarified Oil dan CPO, serta analisis laboratorium terhadap kadar air, ALB, dan pengotor menggunakan alat FOSS NIRS DA 1650. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa laju alir clarified Oil sebesar 6200 kg/jam menghasilkan CPO sebanyak 6168,27 kg/jam dan uap air sebesar 31,73 kg/jam. Total energi panas yang dibutuhkan adalah 51.481,21 kkal/jam, terdiri dari panas sensibel dan laten, sedangkan panas yang dilepaskan sebesar 7.400,88 kkal/jam. Penelitian ini memberikan gambaran efisiensi penggunaan energi dalam proses pengeringan CPO dan menjadi dasar untuk pengoptimalan proses produksi.</em></p>2026-06-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia (REPROKIMIA)http://akses.ptki.ac.id/jurnal/index.php/reprokimia/article/view/308PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN BIOPLASTIK DARI SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) KAPASITAS PRODUKSI 90.000 TON/TAHUN 2026-04-13T04:54:54+07:00Evita Wahyuevitawpulungan@ptki.ac.idDimas Frananta Simatupang DimasSimatupang@gmail.comEva Nopiyanti PohanEvaPohan@gmail.comLuri AdrianiLuriAdriani@gmail.com<p><em>Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Bioplastik dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) ini direncanakan berproduksi dengan kapasitas 90.000 ton/tahun. Proses yang digunakan adalah Proses Polimerisasi Adisi Selulosa Asetat dengan Aseton sebagai pelarut dan Gliserol sebagai pemlastis. Lokasi pabrik yang direncanakan di daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Kecamatan Bosar Maligas, Provinsi Sumatera Utara, dengan luas tanah yang dibutuhkan sebesar 27.057,60 m<sup>2</sup>. Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik sebanyak 244 orang. Bentuk badan usaha yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dan bentuk organisasinya adalah fungsional dan staf yang dipimpin oleh direktur. Hasil analisa terhadap aspek ekonomi diperoleh profit margin (PM) 40,53% dan break even point (BEP) 12,52%. Berdasarkan hasil analisa ekonomi yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa Pabrik Pembuatan Bioplastik dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) layak untuk didirikan.</em></p>2026-06-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia (REPROKIMIA)http://akses.ptki.ac.id/jurnal/index.php/reprokimia/article/view/294Efektivitas Karbon Aktif yang Terbuat dari Kulit Bawang Merah dalam Mengurangi Kadar Timbal (Pb) dan Kromium (Cr) dalam Air yang Terkontaminasi2026-03-21T09:07:01+07:00Juna Sihombingjunasihombing88@gmail.comAdil BarusAdilBarus@gmail.comHani Suhastifa Rambehanisuhastifa895@gmail.com<p><em>Pencemaran air oleh logam berat seperti timbal (Pb) dan kromium (Cr) menjadi permasalahan serius karena bersifat toksik, persisten, dan bioakumulatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas karbon aktif berbahan kulit bawang merah dalam menurunkan kadar Pb dan Cr dalam air tercemar. Karbon aktif disintesis melalui proses karbonisasi dan aktivasi kimia menggunakan larutan NaOH 0,1 N. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi massa karbon aktif (0,02; 0,04; 0,06; dan 0,08 gram) dan waktu agitasi (30, 60, dan 90 menit). Analisis kadar Pb dan Cr dilakukan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif kulit bawang merah mampu menurunkan kadar Pb hingga 82,35% dan Cr hingga 78,91% pada massa karbon aktif 0,08 gram dengan waktu agitasi 90 menit. Analisis ANOVA dua arah menunjukkan bahwa waktu agitasi dan massa karbon aktif berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar Pb dan Cr (p < 0,05). Kadar Pb dan Cr hasil adsorpsi telah memenuhi standar baku mutu air menurut WHO dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017.</em></p>2026-06-22T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia (REPROKIMIA)http://akses.ptki.ac.id/jurnal/index.php/reprokimia/article/view/295PERHITUNGAN PANAS STEAM DAN HOT WATER PADA SIKLUS PEMANASAN RBDPO DI PT. XYZ2026-03-20T10:01:31+07:00Krissandarta Tarigan kristarigan52@gmail.comFauzatu Arabica Yatasya Hasibuan FauzatuHasibuan@gmail.comAlfian NugrahaAlfianNugraha@gmail.comNurlianna Tarigannurliannatarigan@gmail.comDedy Anwar DedyAnwar@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan energi panas pada sistem pemanasan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dengan menggunakan kombinasi media pemanas steam dan hot water dalam industri oleokimia. Sistem pemanasan berlangsung secara tidak langsung melalui dua tahap, yaitu perpindahan panas dari steam ke hot water, serta dari hot water ke RBDPO. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan neraca energi berdasarkan data operasi aktual. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa panas yang diserap return hot water sebesar 5.416.218,22 kJ/jam, sedangkan panas yang dilepaskan steam sebesar 5.769.230,40 kJ/jam dengan efisiensi perpindahan panas sebesar 93,88%. Pada tahap pemanasan RBDPO, panas yang dibutuhkan sebesar 5.093.395,34 kJ/jam, sementara panas yang dilepaskan hot water sebesar 5.367.842,41 kJ/jam dengan efisiensi sebesar 94,88%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pemanasan bekerja secara efisien dengan efisiensi di atas 90%. Penelitian ini memberikan gambaran distribusi panas dalam sistem pemanasan terintegrasi serta potensi peningkatan efisiensi energi pada proses industri oleokimia</em></p>2026-06-22T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses dan Sains Kimia (REPROKIMIA)