Penentuan Kebutuhan Alkohol Lemak untuk Konversi Asam Lemak pada Section 110 di PT XYZ

Authors

  • Henric Dany Kristhover Sihombing Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan
  • Darni Paranita Program Studi Teknik Kimia, Politeknik Teknologi Kimia Industri, Medan
  • Dr. Dimas Frananta Simatupang Program Studi Teknik Kimia, Politeknik Teknologi Kimia Industri, Medan
  • Merta Simbolon Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Musamus, Merauke

DOI:

https://doi.org/10.68115/reprokimia.v4i2.237

Keywords:

Asam lemak, Alkohol lemak, Ester lemak, Bilangan Asam

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak sebagai produsen oleokimia yang memproduksi alcohol lemak. Di PT XYZ menggunakan bahan baku minyak inti kelapa sawit (CPKO) pada proses pemisahan menjadi asam lemak. Tahap selanjutnya adalah asam lemak didistilasi dan difraksinasi, lalu direaksikan dengan alkohol lemak untuk menghasilkan ester lemak. Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dan alkohol lemak untuk membentuk ester lemak. Dalam proses pembuatan alcohol lemak di PT XYZ dimulai pada bagian 110 (persiapan ester lemak), asam lemak harus direaksikan dengan alcohol lemak berlebih dengan menggunakan empat buah reaktor sehingga membentuk reaksi esterifikasi menghasilkan ester lemak, di mana temperatur setiap masing-masing reaktor sebesar 250oC dan tekanan sebesar 4 bar.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah kebutuhan alkohol lemak yang dibutuhkan untuk mengonversi asam lemak  menjadi ester lemak melalui reaksi esterifikasi. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan reaksi tersebut yaitu suhu, tekanan, waktu tinggal dan jumlah reaktan. Reaktan berupa asam lemak sebagai dasar perhitungan dan faktor keberhasilan dari konversi reaksi dalam menentukan jumlah alcohol lemak maka diperlukan analisa dengan metode stokiometri. Berdasarkan hasil analisa tersebut, diperoleh jumlah alkohol lemak yang dibutuhkan untuk mengonversi asam lemak sebesar 21696,4379 kg/jam dengan konversi reaksi sebesar 99,2169% dan alcohol lemak berlebih sebesar 27,8316%.

References

Kreutzer, U.R., (1984). Manufacture of Fatty Alcohols Based on Natural Fats and Oils. Journal of the American Oil Chemists' Society. 61(2): 343-384

Muis, A. (2018). Pembuatan Oleokimia dari Virgin Coconut Oil (VCO) melalui Proses Fraksinasi dan Esterifikasi. Jurnal Penelitian Teknologi Industri. 10(2): 75-86.

Mustafa, A. (2016). Analisis Proses Pembuatan Pati Ubi Kayu (Tapioka) Berbasis Neraca Massa. Agrointek. 9(2): 127-133

Reaklitis, G., V. (1983). Introduction to Material and Energi Ballances. John Wiley & Sons, Inc, Canada

Syafrinal dan Muhammad Luthfian Chandra. (2020). Penentuan Acid Value Dan Saponification Value Wax Ester Pada Section 110 Di PT X. Journal of Research on Applied Chemistry and Engineering. 1(1): 19-21

Wibowo, A., D., G. (2021). Karakterisasi Surfaktan Polymeric Methyl Ester Sulfonate Berbasis Minyak Sawit dengan Etil Akrilat untuk Pengambilan Minyak Tahap Lanjut. Laporan Penelitian. Tanggerang Selatan: Institut Teknologi Indonesia

Zahara, F. (2023). Perhitungan Kebutuhan Fatty Alcohol untuk Menghasilkan Wax Ester pada Section 110 di Alcohol Plant PT. Domas Agrointi Prima. Karya Akhir. Medan: Politeknik Teknologi Kimia Industri

Published

2025-12-09

How to Cite

Sihombing, H. D. K., Paranita, D., Simatupang, D. F., & Merta Simbolon. (2025). Penentuan Kebutuhan Alkohol Lemak untuk Konversi Asam Lemak pada Section 110 di PT XYZ. Jurnal Rekayasa, Teknologi Proses Dan Sains Kimia (REPROKIMIA), 4(2), 44–53. https://doi.org/10.68115/reprokimia.v4i2.237